Tulungagung, 6 Juni 202–Dalam menghadapi tantangan pencapaian target, peran pemimpin tidak lagi cukup hanya sebatas memberikan arahan atau instruksi. Pemimpin juga perlu mampu memahami kondisi tim, menggali potensi karyawan, serta membangun ruang komunikasi yang mendorong lahirnya ide, solusi, dan semangat untuk berkembang.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, PT Micro Madani Institute (MMI) hadir mendukung PNM Cabang Tulungagung melalui kegiatan Knowledge Sharing “Peningkatan Kompetensi Coaching & Counseling” yang dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Hotel Azana Tulungagung.
Kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta yang terdiri dari Kepala Unit Mekaar (KUM) dan Kepala Area Mekaar (KA). Program berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, dengan menghadirkan Frans Pontoh, Kepala Divisi Corporate Strategic Planning MMI sekaligus praktisi coaching, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas tantangan yang dihadapi oleh PNM Cabang Tulungagung, khususnya dalam proses pendampingan karyawan Mekaar di unit kerja. Dalam praktiknya, sebagian pemimpin masih memahami coaching sebagai proses memberi instruksi semata. Padahal, coaching yang tepat seharusnya menjadi sarana untuk membuka potensi karyawan, menggali akar permasalahan, meningkatkan kesadaran diri, serta membantu individu menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi.
Melalui layanan pengembangan SDM yang diberikan, MMI menghadirkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya konseptual, tetapi juga aplikatif. Peserta dibekali pemahaman mengenai struktur dan proses coaching & counseling, sekaligus diarahkan untuk mempraktikkan langsung melalui sesi refleksi, role play, dan latihan penerapan coaching dalam situasi kerja sehari-hari.
Salah satu sesi yang dilakukan adalah pengisian Wheel of Life, sebuah tools refleksi visual yang membantu peserta memetakan keseimbangan berbagai aspek kehidupan secara holistik. Melalui aktivitas ini, peserta diajak untuk memahami kondisi diri, mengidentifikasi potensi sumber stres atau kecemasan, serta mengenali faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja dan kesejahteraan karyawan.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini, yaitu “Manusia di Balik Target”, menjadi pesan utama bahwa pencapaian target tidak hanya ditentukan oleh strategi dan angka, tetapi juga oleh manusia yang menjalankannya. Seorang pemimpin perlu mampu mengelola tim secara lebih empatik, terarah, dan berorientasi pada pengembangan potensi.
Dalam arahannya, Irvan Efendi, Pemimpin PNM Cabang Tulungagung, menyampaikan bahwa coaching selama ini kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang menyeramkan. Padahal, di dalam coaching terdapat proses penggalian potensi untuk mendorong individu mencapai kinerja terbaiknya. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi karyawan berprestasi pun dapat didukung melalui sesi coaching yang tepat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program berkesinambungan yang akan dijalankan oleh HC PNM Tulungagung melalui program One on One, yaitu program pendampingan bagi karyawan Mekaar di unit masing-masing. Dengan adanya penguatan kompetensi coaching & counseling, para KUM dan KA diharapkan mampu menjalankan proses pendampingan dengan lebih terstruktur, humanis, dan berdampak langsung terhadap pengembangan tim.
Respons positif turut disampaikan oleh peserta. Intan Andriyani, Kepala Unit Mekaar Tulungagung 1, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat mudah dipahami dan dapat diterapkan di unit kerja. Peserta lainnya juga menilai bahwa ilmu yang diberikan sangat membantu mereka dalam memahami tim, mendampingi rekan kerja, serta membuat karyawan merasa lebih diperhatikan dan tidak menghadapi tantangan kerja sendirian.
Melalui kegiatan ini, MMI menegaskan perannya sebagai mitra strategis perusahaan dalam menghadirkan solusi pengembangan SDM yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Tantangan organisasi tidak selalu dapat diselesaikan dengan instruksi atau target baru, tetapi membutuhkan pemimpin yang mampu memahami manusia di balik proses kerja.
Dengan pendekatan yang aplikatif, reflektif, dan berorientasi pada perubahan perilaku, layanan MMI menjadi solusi nyata bagi PNM Cabang Tulungagung dalam memperkuat kualitas kepemimpinan, membangun budaya pendampingan yang lebih baik, serta mendukung pencapaian target melalui pengembangan manusia yang berkelanjutan.
